Pernahkah kalian berfikir tentang susahnya jadi ayah?
Mungkn kita sering berpikir ayah itu menyebalkan karena selalu melarang kita bermain dimalam hari, berpacaran, dan tidak mengabulkan keinginan kita dan lain-lain.
Itulah cara ayah mengungkapkan perhatiannya, walau ayah tak pernh perhatikan kita secra langsung, tapi ayah selalu bertanya pada ibu tentang keadaanmu, perkembanganmu, hari2mu , dan bukannya ayah tak mau mengabulkan permintaan kita, tapi kadang sulit untuk Ia mencari uang yang cukup untuk memenuhi semua, walau Ia selalu berusaha tak peduli lelah dan waktu yang Ia luangkan tuk mencari rezeki.
Saat kita beranjak remaja, kita berpacaran, kita bermain dimalam hari, tanpa kita sadari kecemasan ayah menyertai kita, berpura2 tidak ingin tahu pacarmu, tapi ayah selalu bertanya apa bisa pacarmu menjagamu, menyayangimu?
Ia pun selalu menunggu hingga kadang ketiduran disaat kita pulang kemalaman!
Dan saat kita dewasa, kecemasan dan ketakutan ayah memuncak saat ada yang melamarmu, Ia selalu bertanya dalam hatinya apa siap Ia menyerahkan tanggung jawabnya kepada pria yg melamar anaknya?
Apa bisa pria tersebut menjaga dan menyayangi anaknya setulus Dia?
Apa siap, Ia kehilangan keceriaan anaknya yg ia besarkan dgn keringatnya diseperempat hidupnya dan menyerahkan kepada pria yang hanya dikenal anaknya beberapa waktu?
Saat ijab qabul selesai dikumandangkan, tanpa Ia sadari air matanya meleleh sedih karena harus melepaskan anaknya untuk mendampingi suaminya, bahagia karena tanggung jawabnya usai sudah, sudah cukup Ia berusaha jadi ayah yang baik dan selalu memikirkan keinginanmu yang tidak bisa Ia berikan.
Tapi seperti biasa, didepan kita Ia selalu terlihat tegar seolah tak peduli .
*ya Alloh , lindungi ayahku , katakan padanya aku sangat merindukannya , aku menyayangi ayahku :')
Selasa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


like it diitt..
BalasHapus:D