Sejak tahun lalu pria itu sudah menjadi langganan tetap cafe depan tokoku. Datang setiap Selasa dan Jumat, mulai pukul tiga sore sampai delapan malam.
Menu pilihannya tak pernah berubah. Segelas capuccino dan cheesecake.
Selalu mengambil tempat dekat jendela dengan meja menghadap keluar. Kalau tidak mendengarkan musik, membaca buku, pria itu menulis pada secarik kertas.
Iseng aku pernah menghampiri dan mengintip apa yang ia tulis.
"Aku sering memandang ke luar jendela dan bahagia melihatmu disana memakai jubah putih melanbai-lambai, sayang.."
Aku begidik melihatnya tersenyum sendiri. Matanya penuh duka!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar