Kita tak pernah sepikir. Tidak satu selera. Berbeda film favorit. Hobi dan kesukaan. Bahkan jalan berdua pun aku dan kau saling kontras. Hitam-putih, merah-biru, satu-nol. Bukan sepuluh.
Hari ini kita jalan berdua. Merah-biru. Hitam-putih. Satu-nol, bukan sepuluh. Aku dan kau duduk bersebrangan, kau yang cuek mulai meneruskan ceritamu yang terputus kemarin. Rupanya kau sedang jatuh cinta, kronis. Sudah dua bulan baru kau bercerita sekarang. Matamu berbinar. Lampu temaram membuat bajumu yang merah terlihat jingga. Aku yang berbaju biru tiba-tiba mempertimbangkan dengan masak-masak bahwa mungkin aku sudah resmi patah hati.
Hari ini aku dan kau bertengkar karena kau meninggalkan janji untuk nonton film, janji yang telah kau buat satu minggu sebelumnya. Tanpa pembatalan. Yang artinya aku ditinggal dengan kondisi siap jalan, sendirian. Aku protes, kau balas mencercaku. Kau memang tak pernah mengerti aku. Namun tak dapat ku pungkiri, terkadang kau bersikap begitu manis. Hingga kadang batas satu-nol itu terasa hilang. Beberapa kali aku merasa kita adalah sepuluh, bukan satu-nol.
Aku mengasingkan diriku di sebuah cafe, ada seorang bartender. Dia menatapku dengan cara yang aneh. Tak lama, dia menyapaku, kami saling bercerita. Aku bercerita tentang kau. Bagaimana kita saling mengenal. Bagaimana kita saling kontras. Ketidak cocokan kita. Dan tentang apal satu-nol. Tentang kau pergi dan marah padaku. Hingga aku mutlak kesepian. Mungkin aku memang benar-benar tebuang. Pikirku.
"Nol itu tidak sama dengan kosong, teman," Bartender itu berkomentar.
"Satu Nol Nol Nol Satu Nol Satu Satu Satu Nol Satu Satu Nol Satu Nol Satu Satu Satu"
Aku bingung. Biner !
Tiba-tiba aku merasa dadaku terangkat. Ternyata masih ada harapan. Luas. Aku tersenyum. Beban aneh itu terangkat. Kini aku resmi bukan kosong. Aku resmi menjadi Si Nol. Dan Nol tak sama dengan kosong. Aku kembali tersenyum. Mengusap airmataku dengan tangan.
Ya, kita memang tak pernah sepikir. Tak pernah satu selera. Tapi yang ku yakini saat ini adalah Aku Adalah Nol, Nol tidak sama dengan kosong. Kita Satu-Nol :)



waaaaw :3
BalasHapusnice story dyt ..
makasih :)
BalasHapus